Saturday, 9 April 2011

Cerita Penerang Hati

ORANG-ORANG MISKIN MENUNTUT SURGA
            Suatu ketika  orang-orang miskin berkumpul. Lalu menunjuk salah seorang sebagai  utusan untuk menyampaikan protesnya kepada Rasulullah saw.
Salah seorang yang mewakilinya lalau  pergi menghadap Rasulullah.
“Adakah  keperluan?” tanya Rasulullah.
“Aku datang kemari guna menyampaikan protes kawan-kawan senasib,” jawab utusan itu .
“Senasib? Apa maksudmu? Tanya Rasulullah mengharap ketegasan.
“Mereka, kawan-kawanku yang sama-sama miskin mengajukan protes kepada Rasulullah.
“Soal apa?”
“Menurut mereka bahwa orang-orang kaya dapat memborong kebaikan seluruhnya. Mereka bisa berangkat haji   karena punya harta, mereka bisa bersedekah lebih banyak karena punya harta, mereka dapat memerdekakan budak, dapat membangun tempat ibadah dengan mudah, dapat membiayai sabilillah. Pokoknya dengan hartanya, orang kaya  itu bisa berbuat  kebaikan apa saja.”
“Lalau?”
“Sedangkan kami orang miskin tidak mampu melakukan hal itu. Yang kami bisa hanya shalat dan puasa. Sedekah tak mampu, ibadah haji tak mampu, apalagi memerdekakan budak. Nah, tentu saja orang kaya akan bisa memborong dan mengumpulkan pahala. Dan pasti pahala kami sangat sedikit dibanding dengan mereka,” demikian keluh orang miskin itu.
Mendengar keluhan seperti itu tiba-tiba Rasulullah saw tertawa. Setelah reda tertawanya, ia lalu  berbicara, “Wahai saudaraku, barangsiapa di antara kalian yang sabar dan beriman  dengan penuh ikhlas, maka Alah akan memberi tiga macam kebaikan.”
“Sebutkanlah wahai Rasul, biar kami, orang-orang miskin  ini tenang!” pintanya tak sabar.
“Sesungguhnya di surga itu ada kamar-kamar yang terdiri dari intan merah. Para penghuninya memandangi seperti penghuni di bumi melihat bintang di langit. Padahal yang dapat memasuki kamar-kamar itu hanyalah para Nabi, para pejuang yang mati syahid dan  fakir miskin yang beriman.”
“Kemudian, apa lagi?”
“Orang-orang miskin yang beriman memasuki surga jauh lebih dahulu daripada orang kaya. Waktunya kira-kira berselang lima ratus tahun. Ketahuilah Nabi Sulaiman sendiri memasuki surga setelah para nabi, itu pun terpaut empat puluh tahun karena di dunia dia telah mendapatkan kerajaan dan kekayaan.”
“Kemudian apa lagi, wahai Rasul?”
“Meskipun orang kaya dan orang miskin sama-sama bertasbih, namun pahala yang diterima si miskin jauh lebih  banyak. Meskipun si kaya itu bersedekah sepuluh ribu dirham serta bermacam-macam amal kebaikan,” demikian Rasulullah memberi penjelasan. Dan utusan dari orang-orang miskin itu lega hatinya.

Koleksi Cerita Penerang Hati


No comments: