Monday, 6 June 2011

ibu, maafkan aku,,,

Sahabat Al-Kammah


Tersebutlah seorang sahabat rasul bernama Al-Kammah yang di setiap shalat wajibnya selalu berjmaah bersama rasul dan berada di shaf depan dengan tepat di belakang rasul Muhammad SAW.
Selain itu Al-Kammah sangat aktif dalam kegiatan dakwah sehingga di suatu saat ketika ibunya sedang sakit Al-Kammah tidak lah sempat untuk menemani dan merawatnya, hingga pun ibunya sembuh Al-Kammah tetap sibuk dalam kegiatan dakwahnya.
Pada suatu kesempatan Al-Kammah berada pada sebuah majelis dimana rasul menyampaikan sabdanya bahwa “Surga diharankan bagi orang bakhil, orang yang tidak menyedekahkan hartanya buat anak yatim dan fakir miskin, serta mengadu domba.” Tepat setelah mendengarkan sabda rasul hati Al-Kammah terketuk dan ketika Al-Kammah pulang seketika itu pula Al-Kammah jatuh sakit.
Sakit Al-Kammah semakin hari semakin parah saja, hal ini mengundang perhatian Rasul yang sangat kehilangan karena sahabatnya yang biasa berdiri tepat di belakangnya saat shalat berjamaah sudah lama tidak Rasul jumpai.
Rasul semakin kaget saat menemui langsung Al-Kammah di rumahnya dan ternyata Al-Kammah sedang dalam keadaan najah. Nafasnya begitu terengah-engah dengan tubuh yang terbujur kaku seperti tubuh yang sudah tak bernyawa. Dengan kemampuannya Rasul bisa mengetahui apa penyebab semua ini dan ternyata bisanya Al-Kammah begitu tersiksa di saat menjelang ajalnya adalah karena Al-Kammah tidak mendapat maaf dari ibunya.
Walau Rasul sudah berusaha membujuk ibunya Al-Kammah untuk dapat memaafkannya tapi sang ibu tetap tak bergeming untuk tidak memaafkan anaknya. Mengingat perlakuan anaknya dulu yang lebih mementingkan kegiatan lain ketimbang menemani dan mengurusi dirinya saat sakit.
Kemudian tanpa pikir panjang Rasul meminta para sahabatnya yang lain untuk segera menyiapkan kayu bakar dan api. Melihat hal itu sang ibu bertanya heran “Buat apakah kayu dan api itu Rasul?”. Dan dengan tegas Rasul menjawab “Kalau lah sekiranya ibu tidak mau memaafkan Al-Kammah biar ibu bisa lihat      Al-Kammah terbakar di dunia ini sebelum Al-Kammah terbakar nanti oleh api neraka”.
Mendengar perkataan Rasul dengan seketika sang ibu menangis terharu dan berucap kata memaafkan Al-Kammah anaknya sebanyak 3x, dan kontan saja Al-Kammah yang sedang tersiksa di saat-saat ajalnya kemudian akhirnya dapat menghembuskan nafasnya yang terakhir.

No comments: