Tuesday, 22 November 2011

pesankan tempat neraka untukku



Di sebuah mobil angkot yang sangat padat duduk seorang ustadz berjenggot, berpakaian gamis dan tak lupa berkopyah hitam di kepalanya. Sang ustadz duduk menghadap pintu angkot tepat di hadapannya kurisi penumpang yang masih kosong. Dalam perjalanan angkot yang penuh itu tiba-tiba menepi ke pinggir bertanda ada yang mau turun atau mungkin ada yang akan naik. Ternyata tepat pas angkot berhenti di depan pintu angkot berdiri wanita dengan pakaian yang serba minim hendak menaiki angkot, kontan saja kejadian itu membuat sang ustadz tidak nyaman. Apalagi ketika wanita tadi duduk pas di hadapan sang ustadz, lutut kaki mereka hampir sedikit lagi bersentuhan dan tak diragukan lagi pakaian itu bahkan tidak menutupi sebagian pusarnya.


Melihat ketidaknyamanan di hadapannya sembari angkot tadi berjalan sang ustadz mencoba angkat bicara untuk sekedar menasehatinya. Namun bukan tanggapan yang baik yang didapat sang ustadz malah wanita tadi mengeluarkan sesuatu dari tasnya yang ternyata sebuah Handphone (Hp). Dengan Hp digenggammannya dia berucap di depan pa Ustadz “Pa, kalau ceramah jangan di sini, kalau perbuatan saya memang tidak disukai Tuhan ni Hp saya : Pesankan tempat neraka untukku, saya siap masuk neraka.

Semua orang yang ada di angkot terdiam tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar karena mereka yakin kalaupun mereka menanggapinya mereka akan mendapatkan jawaban yang sia-sia. Tak terkecuali dengan Pa Ustadz, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ia beristighfar lirih tak percaya mendengar ucapan si wanita itu.

Akhirnya lambat-laun suasana menjadi semakin hening, apalagi ternyata si wanita tadi sudah tertidur dengan pulasnya dengan menyenderkan kepalanya pada kaca pintu masuk angkot. Hingga tak sadar pa sopir menghentikan angkotnya dan berucap kepada para penumpang untuk segera turun dari angkotnya. Walaupun angkot sudah berhenti dan pa supirpun sudah memerintahkan untuk turun tapi tak satu penumpangpun mau turun dari angkot tersebut dikarenakan tepat di depan pintu masuk sekaligus tempat pintu keluar para penumpang terhalang oleh sosok tubuh wanita berpakaian seksi dengan posisi terlentang menyandar kaca pintu angkot tidur dengan lelapnya. Tak ada satupun penumpang berani membangunkannya karena takut kena damprat lagi seperti yang didapatkan Pa Ustadz sebelumnya. Hingga ada seorang penumpang wanita setengah baya yang duduk di samping Pa Ustadz berkenan untuk mencoba membangunkan wanita tersebut. Usahanya membangunkan si wanita berpakaian seksi ternyata belum juga menampakan hasil, si wanita berpakaian seksi terlihat masih dalam posisi yang sama. Berulang-ulang usahanya tetap saja gagal dan baru dia merasa kaget ketika tangannya diletakkan tepat di bawah lubang hidung tempat si wanita itu bernafas, “Innalillahi wa inalillahi roji’un, ternyata dia sudah tak bernyawa lagi”. Sungguh malang nasib si wanita berpakaian seksi itu, ia harus pergi untuk selama-lamanya dalam keadaan yang tidak pantas bahkan lebih malang lagi dalam keadaan menantang Allah.

Boby Herwibowo ( Waktu… Taqwa… Kisah… Takdir… “Belajar Dari Kisah”)

No comments: