Tuesday, 16 April 2013

Kenapa Wanita Lebih Mudah Menangis?




Pernahkah anda menangis? Pastinya sudah pernah, tapi seberapa sering kah anda menangis? Seseorang cenderung menangis ketika putus asa. Dan air mata bertugas untuk membantu kita untuk memberitahu orang lain bahwa kita membutuhkan bantuan mereka. Walaupun menangis juga bias saja karena faktor kebahagian atau keberhasilan dalam suatu hal.

Cairan yang rasanya asin itu kita kenal sebagai air mata, yang merupakan campuran dari air, minyak dan lendir. Air dihasilkan oleh kelenjar lacrimalis di sudut mata, sementara minyak diproduksi oleh 30-40 kelenjar meibom kecil yang berada di kelopak mata - fungsinya adalah untuk melindungi air dan mencegahnya menguap terlalu cepat.

Nah, pertanyaannya adalah mengapa wanita lebih mudah menangis dibanding pria. Bahkan, meski pria berusaha untuk menangis sekalipun, hal itu sulit dilakukan. Sebagaimana dilansir Daily Mail (11/3), air mata dikendalikan oleh sistem saraf otonom yang mengatur proses tubuh, termasuk detak jantung dan pencernaan.

"Sisi parasimpatis dari sistem saraf dipicu oleh emosi yang menyebabkan kontraksi dalam kelenjar lakrimal," jelas Profesor Chang.

Menariknya, manusia menjadi satu-satunya makhluk hidup yang dapat memproduksi air mata berdasarkan keadaan emosional dan jumlah testosteron menjadi alasan kenapa pria lebih susah menangis dibanding wanita.

Pastinya tidak semua wanita menangis begitu saja tanpa alasan yang jelas, karena salah-salah bisa terlihat childish di depan sang kekasih. Menangis pun tentu ada penyebabnya mengapa hal itu sampai terjadi, berikut ini beberapa alasan yang membuat wanita bersikap seperti itu.

Faktor hormon
Memasuki saat Pra menstruasi atau PMS, wanita cenderung sering bersikap yang beda dari biasanya, seperti sering marah-marah, sulit mengatur emosi dan sangat sensitif dengan hal-hal yang bersinggungan dengan perasaan bahkan hal-hal kecil yang Anda anggap cuma candaan yang tidak berguna. Oleh karena itu, wanita yang sedang mengalami saat pra menstruasi kadang tidak bisa mengontrol tingkat emosinya dan seketika bisa meledak sehingga membuat si pria kebingungan menghadapi sikap tersebut.

Ingin memanipulasi keadaan
Rasa bersalah atau malu seringkali diungkapkan oleh wanita dengan menangis, hal ini dilakukan semata-mata untuk menarik rasa simpati dan usaha untuk menutupi kesalahan dari sang kekasih sehingga pasangannya tidak marah atau kecewa dengan dirinya. Memang hal ini bisa dibilang tidak mencerminkan sikap kedewasaan didepan pria, namun sebagian wanita yang menjalin hubungan dengan pria, menganggap cara ini cukup efektif untuk mendapatkan maaf atau sekedar bermanja-manja dengan kekasihnya.

Perasaan Emosi
Saat air mata bukan menjadi alasan faktor PMS atau manipulasi, barangkali faktor emosilah yang berperan saat wanita sedang diliputi masalah yang dihadapi. Banyak faktor yang menyebabkan wanita merasa emosi seperti frustasi, sakit hati atau masalah lainnya yang bisa melibatkan perasaan. Saat perasaan emosi wanita sedang memuncak dan tidak menemukan tempat untuk mencurahkan isi hatinya, biasanya wanita kerap menangis untuk bisa melepaskan rasa sesak pada perasaannya. Mungkin itu salah satu solusi bagi dia.

Marah
Saat marah wanita kecenderungan untuk berteriak, cemberut, bersikap atau berkata kasar bahkan bisa sampai menangis bisa saja terjadi. Hal itu kadang membuat orang disekitarnya dan terutama sang pacar ikut terkena imbas dari amarahnya. Jika sudah dalam situasi demikian, biasanya wanita ingin sekali diperhatikan, didampingi dan didengarkan keluhannya oleh orangtua, teman dan terutama pacar. Dengan cara itulah yang bisa menurunkan amarahnya karena wanita merasa memiliki kekuatan dari orang-orang yang bisa mengerti situasinya.

Saat teringat sesuatu
Teringat kenangan masa lalu baik itu menyenangkan atau menyedihkan tentunya pernah dialami setiap orang. Reaksinya pun akan berbeda-beda jika mengingat kenangan tersebut. Khusunya bagi kaum hawa, jika teringat kenangan manis, biasanya Ia akan tersenyum sambil mencoba kembali kemasa itu, tetapi jika teringat hal yang menyedihkan sikapnya pun bisa berubah secara tak terduga, entah itu marah atau sedih, tergantung dari situasi pada kala itu.

Nah, Anda sebagai pria harus mengetahui situasi pasangan Anda bila tiba-tiba saja dia menangis dengan tanpa alasan yang jelas, jangan-jangan??? Hehe J

No comments: