Friday, 31 May 2013

GEGER Hasil UN di SMAN 4 Bali


Setelah adanya pengumuman resmi hasil UN Tingkat SMA/SMK/MA Tahun Pelajaran 2012/2013 tersebutlah satu nama sekolahan yang jadi bahan perbincangan, bukan karena hal negatifnya tapi karena prestasi dan tentunya hal yang positif. SMA Negeri 4 Denpasar, yang biasa kita mengenalnya SMA Negeri 4 Bali.

Kamis, 23 Mei 2013 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh langsung mengumumkan nama-nama siswa dengan nilai UN tertinggi itu pada konperensi pers di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta. Dari 12 siswa SMA yang berasal dari berbagai daerah di tanah air yang dinyatakan sebagai siswa dengan nilai tertinggi pada Ujian Nasional (UN) 2013 lalu. Sebanyak 5 (lima) siswa dari 12 siswa yang memperoleh nilai tertinggi itu berasal dari SMA Negeri 4 Denpasar, Bali.

Berikut ke-12 nama siswa SMA dengan nilai tertinggi pada UN 2013:


1.Ni Kadek Vani Apriyanti, siswa kelas XII SMAN 4 Denpasar, Bali, sebagai siswa dengan nilai UN tertinggi, yaitu 9,87;

2.Aditya Agam Nugraha, siswa dari SMAN 1 Surakarta meraih nilai 9,78;

3.Helena Marthafriska Saragi Napitu, siswi dari SMA Swasta Methodist Medan, Sumatera Utara meraih nilai 9,78;

4.Made Hyang Wikananda, siswa dari SMAN 4 Denpasar Bali, dengan nilai 9,76;

5.Luh Putu Lindayani, siswa dari SMAN 4 Denpasar, Bali, juga berhasil menyabet nilai 9,76;

6.Elva Vidya, dari SMAK 5 Penabur Jakarta meraih nilai 9,75;

7.Gracia Isaura Paulina, dari SMAN 8 Jakarta meraih nilai 9,75;

8.Putu Siska Apriliyani, siswi dari SMAN 4 Denpasar meraih nilai 9,75;

9.Nadia Anindita Vandari, siswi MAN Insan Cendikia Ciater Serpong meraih nilai 9,75;

10.Sarah Alya Firnadya, siswi SMAN 8 Jakarta meraih nilai 9,73;

11.Zulva Fachrina, siswi SMA N 10 Samarinda Kalimantan Timur meraih nilai 9,73;

12.Putu Indri Widiani, siswi SMA N 4 Denpasar meraih nilai 9,73.

Banyaknya siswa dari daerah, terutama SMA Negeri 4 Denpasar, Bali, di antara 12 nama dengan nilai tertinggi UN 2013 itu, menurut Mendikbud M. Nuh, menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di SMA tidak tergantung wilayah.

 “Jadi terbukti, bahwa kualitas SMA tidak tergantung wilayah. Di Denpasar bisa berprestasi, begitu juga di Lamongan maupun Jakarta,” ujar Mendikbud.

Gubernur Made Mangku Pastika memang layak berbangga. Bagaimana tidak, empat siswa-siswi dari Bali berhasil memetik prestasi nasional yang sangat gemilang yakni masuk dalam 12 besar pelajar peraih nilai murni ujian nasional (UN) tingkat SMA 2013 secara nasional yang sudah dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Peristiwa yang diraih pelajar dan SMA di Pulau Dewata tersebut memang terbilang sangat fantastis. Siswi bernama Kadek Vani Apriyanti berhasil meraih UN tertinggi dengan nilai rata-rata UN murni 9,87. Selain itu, ada nama Made Hyang Wikananda yang mendapat nilai 9,76 berada di urutan keempat, Luh Putu Lindayani (9,76) menempati posisi kelima, dan Widiani (9,73) di nomor urut ke-12.

Yang istimewa, para pelajar berprestasi tersebut berasal dari satu sekolah yakni SMAN 4 Denpasar. Kebanggaan Mangku Pastika dan rakyat Bali kian paripurna karena SMAN 4 Denpasar juga berhasil menyabet predikat sebagai sekolah terbaik karena nilai rata-rata UN di sekolah tersebut mencapai 9,17. Dengan perhitungan kasar, hampir semua pelajar di sekolah tersebut mendapat nilai di atas 8.

Prestasi yang diraih pelajar dan SMA 4 Denpasar bukanlah prestasi sembarangan. Untuk mendapat predikat terbaik tingkat nasional, Bali yang luas wilayahnya hanya secuil dan jumlah sumber daya manusia tidak besar harus bersaing dengan pelajar dari SMA negeri dan swasta terbaik dari seluruh Tanah Air. Apalagi harus bersaing dengan pelajar dan SMA favorit di kotakota besar di Pulau Jawa yang mendapat fasilitas pengajaran lebih baik yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan lainnya.

Tapi, pelajar dan SMA di Bali ibarat kecil-kecil cabe rawit, mampu membuktikan keunggulannya. Keunggulan itu malah telah mereka buktikan dan pertahankan beberapa tahun belakangan ini. Terlepas dari pro-kontra perlunya ujian nasional serta kontroversi dan kekacaubalauan yang mewarnai pelaksanaan UN SMA 2013, hasil UN tetap satu-satu alat ukur yang sahih untuk melihat sejauh nama kualitas akademis seorang pelajar dan kualitas pendidikan yang dikembangkan para guru dan sekolah masing-masing.

Prestasi yang diraih pelajar dan SMA 4 Denpasar tentu bukan sekadar karena bahan baku IQ (intelligence quotient) maupun EQ (emotional quotient) yang dimiliki pelajar mereka dan sudah pasti bukan karena fasilitas lengkap yang mereka miliki juga. Di luar itu, banyak faktor lain yang menentukan kesuksesan proses belajar mengajar.

Faktor itu bisa jadi sistem pengajaran yang dikembangkan, kualitas para pengajar, dukungan orang tua wali, kultur sekolah, serta komitmen instansi terkait dan pemerintahan daerah untuk terus mendorong peningkatan kualitas pelajar dan sekolah. Faktor kepemimpinan kepala sekolah dan guru tentu juga menjadi faktor yang memengaruhi tercapainya prestasi tersebut.

Mengapa dan bagaimana pelajar dan SMA 4 Denpasar bisa meraih prestasi tersebut, tentu harus menjadi bahan kajian, terutama oleh Kemendikbud agar bisa dijadikan cetak biru pengembangan metode pengajaran ke depan. Dengan berbagai keragaman latar belakang, apa yang diterapkan di SMA 4 Denpasar tentu tidak sertamerta bisa dipraktikkan di sekolah lain.

Namun, untuk beberapa kondisi, SMA 4 Denpasar bisa dijadikan branch markoleh sekolah-sekolah lain agar bisa meraih level kualitas yang sama. Selain mengkaji, Kemendikbud tentu harus memberikan apresiasi terhadap pelajar SMA 4 Denpasar dan SMA 4 Denpasar itu serta pelajar dan SMA lainnya atas prestasi yang diraihnya. Apresiasi itu berupaya kemudahan bagi merek auntuk bisa memasuki perguruan tinggi yang mereka inginkan.

Kalau perlu, hingga keluar negeri serta dukungan beasiswa. Untuk sekolah yang berprestasi, Kemendikbud bisa memberikan penghargaan berupa penambahan fasilitas belajar-mengajar. Kalau perlu, Kemendikbud memberikan bonus, beasiswa untuk mengambil pendidikan lebih tinggi, atau benefit lain kepada para guru agar mereka kian bersemangat untuk mengembangkan kualitas pendidikan bagi anak didik mereka.


No comments: