Friday, 18 July 2014

Bashaer Othman sang Wali Kota Termuda (15 Tahun)




Kota Allar terletak di Tepi Barat Palestina, Wali Kota Allar saat itu adalah Sufian Shadid. Suatu hari ada sosok perempuan muda berumur 15 tahun yang duduk di kelas 1 sekolah menengah atas khusus putri di Allar, Bashaer Othman namanya. Dia menantang Walikota Allar, Sufian Shadid untuk memberiku kesempatan menjabat sebagai walikota selama satu minggu. Walikota Sufian Shadid ternyata sosok yang berpikiran maju, demi pemberdayaan kaum muda, ia setuju meyerahkan tampuk kekuasaan secara sukarela.

Maka jadilah pada usia 15 tahun, Bashaer Othman berhasil menduduki jabatan walikota Allar. Jejak pengalaman organisasinya dimulai dengan aktif di organisasi pemuda Kota Allar, Youth Conflict of Ellar dengan menjalani 2 tahun pengalaman menjadi presidennya.


Waktu seminggu dirasa kurang cukup membuktikan kemampuannya dalam memimpin, Bashaer minta tambahan waktu menjadi 2 buan. Lagi-lagi Sufian setuju dan menjadikannya sebagai Pilot project  program pemeberdayaan generasi muda palestina. gebrakan berikutnya Bashaer mengganti  10 anggota dewan Kota Allar dengan anak-anak remaja, lima laki-laki dan lima perempuan. Dewan Kota ini bertugas membantu kerja sang walikota belia.

Keterpercayaan diri pun tinggi, dengan gaya yang anggun penuh percaya diri, Bashaer menampilkan diri sebagai walikota menarik. "Aku memiliki kemampuan komunikasi yang baik, saat aku menerangkan sesuatu, masyarakat bisa memahaminya,"ujarnya. Berbgaia kesulitan menghadang tugasnya, dan yang paling sulit memuaskan seluruh rakyat. 


Bashaer mulai menjabat sebagai walikota  pada 2 Juli 2012 sampai 21 September 2012. Dia betul-betul diberikan wewenang penuh layaknya walikota. Dia melakasanakan hampir semua kegiatan walikota, walikota asli hanya datang setengah jam setiap harinya untuk menanyakan apa saja yang dilakukannya dan tidak memberikan arahan atau semacamnya.

Semula banyak yang meragukannya karena Bashaer terlalu muda dan perempuan pula. Seiring waktu, warga kota berdecak kagum dengan kecakapannya menjalankan tugas-tugas walikota. Warga kota pun memuji dan menjadikannya teladan, hingga sosok Bashaer menjadi berita hangat dunia internasional.

Posisinya bukan sekedar formalitas, melainkan jabatan dengan kuasa penuh sebagai walikota. Bashaer mengawasi kinerja karyawan pemerintah, menyuntikkan motivasi dan memberikan arahan. Jabatannya tidak main-main karena tanda tangannya sah untuk untuk berbagai proses administrasi Kota Allar.

Berdasarkan data biro Pusat Statistik Palestina, Bashaer memahami angka pengangguran mencapai 23,7% bagi warga yang tamat sekolah menengah atas. Dia mencari solusi bagi sulitnya dari lapangan pekerjaan ini. Bashaer sempat berkunjung ke beberapa negara mengajak kerjasam beberapa investor. Hasilnya cukup baik, tiga proyek dapat diwujudkannya di Allar, yang tentunya membuka lapangan kerja baru. Dalam masa pengabdian yang singkat, ia juga membuka unit pemadam kebakaran baru, membangun taman kota untuk umum dan memimpin pembentukan sebuah tambang batu. Bashaer memberikan kemudahan dengan menandatangani izin bagi warga yang terbebani besarnya tagihan air dengan membayar secara berangsur-angsur.


 Kiprah Bashaer mengundang kekaguman dan dianugerahi penghargaan, diantaranya The World Youngest Mayor Award dari World Peace Movement di Indonesia.

Dapat disimpulkan, bahwa di negara kacau akibat perang berkepanjangan semacam Palestina, telah muncul ide brilian menumbuhkan rasa percaya diri pada anak-anak mudanya. Pemberdayaan generasi muda ini agar mereka turut serta  dalam proses pembuatan kebijakan publik secara nyata.

Akun Twitter : @BasherOthman

Akun Facebook : BashaerOthman - World's Youngest Mayor

No comments: