Saturday, 4 April 2015

RESUME ASESMEN KINERJA



Teknik penilaian unjuk kerja merupakan proses penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melalukan suatu hal. Teknik ini sangat cocok untuk menilai ketercapaian ketuntaasan belajar (kompetensi) yang menuntut siswa untuk melakukan tugas/gerak (psikomotor). Misalnya praktek shalat, presentasi, rule playing, memainkan alat musik, emmebaca Al-Qur’an, teks dan lain-lain.
Dalam melaukan proses penilaian unjuk kerja harus mempertimbangkan hal-hal berikut:
a.       Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan siswa untuk menujukkan kinerja dari suatu kompetensi.
b.      Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
c.       Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
d.      Upaya kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak sehingga semua dapat diamati.
e.      Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati.


Teknik Penilaian Asessmen Kinerja
Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks unutk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai kemampuan berbicara siswa, misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam, seperti: diskusi dalam kelompok kecil, berpidato, bercerita, dan melakukan wawancara. Dengan demikian, gambaran kemampuan siswa akan lebih utuh. Untuk mengamati unjuk kerja siswa dapat menggunakan alat atau instumen berikut:
a.       Daftar Cek (check-list)
Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan daftar ceklis (baik – tidak baik). Dengan menggunakan daftar cek lis, siswa mendapat nilai bila kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati, baik-tidak baik dll.
  1. Skala Penilaian (rating scale)
Penilaian yang menggunakan skala memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinu di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1 = tidak kompeten, 2 = cukup kompeten, 3  kompeten dan 4 = sangat kompeten.
Rujukan:
Haryati, Mimin. 2010. Model & Teknik Penilaian. Jakarta: Gaung Persada
Suwandi, Sarwiji. 2010. Model Assesmen Dalam Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka

No comments: