Saturday, 4 April 2015

RESUME ASESMEN TERBATAS DAN ESSAI



Asesmen terbatas disebut sebagai penilaian subyektif dan obyektif. Assesmen respon terbatas bersifat subyektif karena pada  proses mengkonstruksi/membuat soal, ketika soal-soal tersebut ditulis atau dipilih sebagai tes, seseorang telah membuat penilaian subyektif terhadap makna dan pentingnya materi yang akan diujikan (Bahriah, 2012).
Dalam mengembangkan Assesmen respon terbatas, kita harus mempertimbangkan faktor-faktor konteks assesmen dan kemudian mengembangkan tes yang sebenarnya. Kita harus mempertimbangkan faktor-faktor konteks sebelum mengembangkan format-format respon terbatas. Faktor-faktor konteks tersebut meliputi (1) memastikan bahwa siswa memiliki level kecakapan membaca yang cukup tinggi untuk dapat memahami tes, (2) Tes berkualitas tinggi telah dikembangkan dan tersedia untuk digunakan, (3) Jumlah siswa yang akan dinilai cukup besar,  (4) Cakupan sasaran prestasi luas, (5) Waktu yang memungkinkan siswa untuk merespon semua soal tes, dan (6) Dukungan komputer tersedia untuk membantu pengembangan soal, penyimpanan soal, pencetakan soal, dan penskoran (Bahriah, 2012).

Bahriah (2012) mengungkapkan bahwa asesmen esai menghendaki peserta didik untuk mengorganisasikan, merumuskan, dan mengemukakan sendiri jawabannya. lni berarti peserta didik tidak memilih jawaban, akan tetapi memberikan jawaban dengan kata-katanya sendiri secara bebas. Tes esai dapat digolongkan menjadi dua bentuk, yaitu tes esai jawaban terbuka (extended- response) dan jawaban terbatas (restricted-response) dan hal ini tergantung pada kebebasan yang diberikan kepada peserta didik untuk mengorganisasikan atau menyusun ide-idenya dan menuliskan jawabannya. Pada tes esai bentuk jawaban terbuka atau jawaban luas, peserta mendemonstrasikan kecakapannya untuk:
1.      menyebutkan pengetahuan factual
2.      menilai pengetahuan faktualnya,
3.      menyusun ide-idenya, dan
4.      mengemukakan idenya secara logis dan koheren.
Asesmen terbatas dan esai dapat dijadikan sebagai alternatif asesmen. Dalam prosesnya, unsur subjektif dalam asesmen terbatas dapat mengukur kemampuan siswa tingkat tinggi karena menilai seluruh tingkat kognitif siswa dalam proses pembelajaran. Sedangkan unsur objektif, dapat mencegah pemberian nilai siswa yang dipengaruhi oleh kecakapan menulis, mengeja, serta kerapian tulisan. Kemudian, asesmen esai bisa digunakan oleh pendidik untuk mengukur hasil belajar pada tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks. Butir tes esai memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menyusun, menganalisis, dan mensintesiskan ide-ide, dan peserta didik harus mengembangkan sendiri buah pikirannya serta menuliskannya dalam bentuk yang tersusun atau terorganisasi. Oleh karena itu, pendidik terbantu oleh asesmen tersebut untuk mengukur semua tingkat kognitif siswa.

Rujukan :
Arikunto, S. (2009). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Bahriah, EP. (2012). Asesmen Respon Terbatas. [Online]. Tersedia: https://evisapinatulbahriah.wordpress.com. [2012].
Basuki, S. dan Hariyanto. (2014). Asesmen Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sirajuddin, M. (2014). Bagaimana Asesmen Bagi guru dan Siswa Secara Holistik. [Online]. Tersedia: http://1989maradonasirajuddin2013.over-blog.com. [2014].
Suardita, I. (2014). Makalah Asesmen Autentik. [Online]. Tersedia: http://iputusuardita.blogspot.com. [2014].

No comments: