Wednesday, 28 March 2018

Berbagai Mitos dalam Pembuatan Tape Ketan

Praktikum akhir Kelas 9 SMPN 1 Gabuswetan Mapel IPA untuk Tahun Pelajaran 2017/2018 ini mengambil tema pembuatan tape ketan. Tape merupakan salah satu jenis makanan yang difermentasikan dengan ragi atau jamur scharomyce cerivissiae. Jamur tersebut berfungsi mengubah kandungan karbohidrat yang ada pada beras ketan dan singkong menjadi alkohol dan karbondioksida. Makanan ini enak dinikmati bersama campuran es ataupun dimakan begitu saja. Setelah beberapa hari (3 hari) dieramkan akhirnya kami bisa uji coba hasil, dan ternyata sebagian tidak berhasil. Hal ini dikarenakan perbandingan konsentrasi ragi yang kurang pas, tapi yang berhasil rasanya ngga kalah sama tape ketan yang biasa dijual di kuningan.

Tape ketan yang terbuat dari beras ketan yang berwarna putih jika sudah masak akan memiliki warna hijau. Warna tersebut dihasilkan dari air perasan daun katuk. Proses pembuatan tape memang tidaklah mudah. Meskipun takaran bahan yang digunakan sudah sama namun beberapa masyarakat percaya tingkat emosional atau psikis seseorang dapat mempengaruhi rasa dari tape yang dibuat. Oleh karena itu, bukan sembarang orang dapat membuat atau menghasilkan tape yang lezat dan nikmat.
Namun, siapa sangka dibalik pembuatan makanan tradisional tersebut terdapat banyak mitos yang dipercaya oleh warga setempat. Mereka percaya bahwa si pembuat tape tidak boleh dalam keadaan marah, jengkel, sedih dan keadaan negatif lainnya.

Hal tersebut dapat membuat rasa tape kurang manis bahkan bisa sangat masam. Lebih ekstrem lagi pembuatannya akan gagal dan tetap mengeras sepeti bentuk sebelumnya.
Selain itu, ada mitos yang mengatakan jika si pembuat tape ketan tersebut sedang mengalami masa menstruasi maka orang tersebut dilarang untuk mencampur adonan tape ketan tersebut dengan air perasan daun katuk. Mereka boleh membantu dalam hal packing tetapi tidak boleh membantu dalam mencampur dua bahan tersebut.
Hal tersebut dipercaya dapat membuat warna dari tape ketan tersebut dapat berubah menjadi warna merah.

Para orang tua sangat percaya akan mitos tersebut. Namun, tidak sedikit juga masyarakat yang ingin membuktikan kebenaran hal tersebut. Hasilnya memang ada yang terbukti berwarna merah dan ada juga yang terbukti bahwa pendapat tersebut hanyalah sebatas mitos belaka. Mereka yang peraya bahwa hal tersebut hanyalah mitos biasanya menghubungkan proses pembuatan tape dengan kehigienisan saat memprosesnya.

Jadi untuk percaya atau tidaknya itu bergantung pada anda..

Sumber : http://www.riau24.com

No comments: