Wednesday, 28 March 2018

Sinopsis Film Dilan 1990 (2018)


Film karya anak bangsa terus bermunculan, kali ini muncul sebuah film genere remaja yang sudah diramalkan dan terbukti fenomenal. Berjudul “Dilan”, film ini merupakan film yang ceritanya diangkat dari sebuah novel berjudul “Dia Adalah Dilanku Tahun 1990”. Novel ini merupakan karya dari penulis kebanggaan Indonesia, Pidi Baiq. Belum ditayangkan saja, film ini sudah mampu menyedot perhatian masyarakat. Mereka mengaku sangat menunggu tayangnya film ini. Dan setelah ditayangkan dalam sepekan sudah melebihi 6 juta penonton.


Film Dilan ini diproduksi oleh Falcon Pictures. Film ini menceritakan tentang sosok remaja bernama Dilan. Ia merupakan remaja lelaki yang terkenal sebagai badboy. Meski begitu, Dilan juga memiliki karakter yang unik. Ia kerap menyampaikan perasaannya dengan caranya sendiri yang tergolong unik dan mungkin jarang sekali dilakukan oleh banyak orang.

Salah satu yang menarik adalah ketika Dilan menyatakan bahwa ia akan meramal sesuatu. Sepenggal kisah yang begitu menarik yaitu Dilan mengatakan bahwa “Aku ramal, nanti kita bertemu di kantin.”  Tapi, sayang sekali ramalannya salah. Hari itu, Milea tidak ke kantin karena ia harus membicarakan urusan kelas dengan kawan-kawannya. Sebuah cara sederhana namun bikin senyum dipilih Dilan untuk kembali menarik perhatian dari Milea.

Dian mengirim Piyan untuk menyampaikan suratnya yang isinya :
“Milea, ramalanku, kita akan bertemu di kantin. Ternyata salah. Maaf, tapi ingin meramal lagi : besok kita akan bertemu.” Tunggu, besok yang dimaksud oleh Dilan itu adalah hari minggu. Nggak mungkin, kan mereka bertemu? Namun, ternyata ramalannya kali ini benar. Dilan datang ke rumah Milea untuk menyampaikan surat undangannya yang isinya :
“Bismillahirrahmanirrahim. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagiPenyayang. Dengan ini, dengan penuh perasaan, mengundang Milea Adnan untuk sekolah pada : Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu.”

Hal-hal yang unik dan sederhana ini nyatanya mampu membuat Milea tersenyum, dan perlahan mulai menaruh perhatiannya kepada Dilan. Sampai-sampai, sebentar dia lupa, ada Beni yaitu pacarnya yang berada di Jakarta. Dan lamabat laun pula Milea mulai merasa tak ingin kehilangan sosok Dilan dari kehidupannya. Pada akhirnya Milea pun memutuskan untuk mengakhiri hubungannya bersama Beni karena ia merupakan cowok yang emosian serta manja. Usai putusnya hubungan tersebut, Dilan dan Milea pun semakin akrab.

Jika membicarakan soal cerita dari film ini mungkin seolah tak ada habisnya. Hal ini dikarenakan ceritanya yang dikemas dengan sangat menarik. Tak heran jika novelnya saja mampu terjual sangat laris dan diprediksi pula bahwa film ini akan mendulang kesuksesan besar seperti novelnya. Sekarang saja sudah banyak orang yang penasaran akan seperti apa film ini digarap.

Alasan lainnya bahwa film Dilan ini akan menjadi film tersukses adalah kehadiran sosok Pidi Baiq. Ia merupakan sosok orang yang paling berjasa mengangkat kisah romantis Dilan dan Milea. Walaupun kursi sutradara akan ditempati oleh Fajar Bustomi, namun Pidi Baiq tak serta merta lepas tangan begitu saja. Beliau kabarnya akan tetap mengontrol jalan cerita yang akan ditampilkan sehingga ceritanya tak melenceng dari apa yang ada pada novel karyanya tersebut.

Sebagai seorang pendidik tentunya saya akan coba memandang dari sisi pendidikannya, banyak hal yang bisa kita ambil hikmahnya. Baik hal yang positif ataupun yang negatif, dengan tidak mengurangi rasa hormat dan bangga saya dalam isi film ini pasti ada sisi negatifnya, cukup diketahui tapi tidak perlu ditiru yaa.. dan tentunya masih lebih banyak sisi positifnya yang bisa ditiru dan dijadikan motivasi.

Detail Film DILAN 1990 (2018) 
Judul : Dilan 1990
Penulis : Pidi Baiq
Produksi : Falcon Pictures
Sutradara : Fajar Bustomi
Lokasi : Bandung

Sumber : https://www.panzada.com

No comments: